PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri)
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri)
Perintis industri pupuk urea Indonesia, didirikan di Palembang pada 24 Desember 1959 dan menjadi pabrik urea pertama di negeri ini; pabrik pertama (Pusri I) beroperasi tahun 1963 dengan kapasitas terpasang 100.000 ton per tahun. Kini mengoperasikan empat unit pabrik urea berkapasitas total 2,262 juta ton per tahun dan bertanggung jawab atas penyaluran pupuk bersubsidi di sembilan provinsi wilayah pemasarannya.
Ikhtisar perusahaan
PT Pupuk Sriwidjaja didirikan di Palembang, Sumatera Selatan, pada 24 Desember 1959 dan menjadi pabrik pupuk urea pertama di Indonesia. Berdasarkan PP No. 20 Tahun 1961 perseroan menjadi perusahaan negara; Pusri I beroperasi tahun 1963 dengan kapasitas terpasang 100.000 ton per tahun, disusul Pusri II (1974, menjadi 570.000 ton per tahun setelah optimasi), Pusri III (1976) dan Pusri IV (1977) masing-masing 570.000 ton per tahun.
Pusri IB — dibangun sejak 1990 dan diresmikan 22 Desember 1994 — menggantikan Pusri I dengan kapasitas 570.000 ton per tahun serta sistem kendali terdistribusi (Distributed Control System), pabrik urea pertama yang dikerjakan sebagian besar oleh ahli bangsa Indonesia. Tahun 1997 pemerintah menunjuk Pusri sebagai induk (holding) BUMN pupuk yang membawahi Petrokimia Gresik, Pupuk Kujang, Pupuk Iskandar Muda, dan Pupuk Kaltim; sejak 2012 fungsi induk beralih ke PT Pupuk Indonesia Holding Company.
Sesuai penugasan pemerintah (rayonisasi), Pusri memasok pupuk bersubsidi untuk sembilan provinsi: Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Banten, Jakarta, dan Yogyakarta. Saat ini perseroan mengoperasikan empat unit pabrik urea dengan kapasitas total 2,262 juta ton per tahun, serta membangun proyek Pusri IIIB dan Pusri 3B untuk memperbarui lini produksinya.
Pendaftaran
Bisnis dan produk
Pasar modal dan tautan
Dasar pencantuman
- Our Journey (company disclosure)
- Lembaga penerbit:PT Pusri